Baru Dicopot Prabowo, Dadan Hindayana Langsung Ditahan Kejagung: Dugaan Jual Beli Dapur MBG Mulai Terkuak

Jakarta179 Dilihat

 

Jakarta  —  Drama di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru. Hanya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu sore, 3 Juni 2026.

 

Dadan keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sekitar pukul 17.12 WIB dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda. Tanpa sepatah kata pun kepada wartawan, ia langsung digiring menuju mobil tahanan yang telah menunggu di halaman Kejagung.

 

Penahanan tersebut memperkuat spekulasi bahwa pencopotan Dadan dari kursi Kepala BGN bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Sebelumnya, Presiden Prabowo secara mengejutkan mencopot Dadan bersama dua wakilnya pada Selasa malam (2 Juni 2026), disusul penggeledahan kantor BGN oleh penyidik Kejagung pada Rabu pagi.

 

Meski Kejagung belum mengumumkan secara resmi perkara yang menjerat Dadan, sinyal kuat datang dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman. Ia mengungkapkan bahwa dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang melatarbelakangi pencopotan tersebut.

“Ya, salah satu faktornya itu,” tegas Dudung saat menjawab pertanyaan awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3 Juni 2026).

 

Pernyataan itu semakin memperjelas bahwa pemerintah tidak main-main dalam membersihkan dugaan penyimpangan pada program unggulan nasional yang menyedot anggaran besar tersebut.

 

Sebelum ditahan, Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya, telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejagung sejak dini hari. Bahkan tim dokter turut disiapkan untuk memastikan kondisi kesehatan ketiganya selama proses hukum berlangsung.

 

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Kejagung berikutnya. Masyarakat menunggu pengungkapan secara terbuka mengenai skema dugaan jual beli dapur MBG yang disebut-sebut melibatkan pejabat tinggi negara dan berpotensi merugikan program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi jutaan anak Indonesia.

 

Penahanan Dadan Hindayana menjadi sinyal bahwa era “bersih-bersih” di tubuh Badan Gizi Nasional telah dimulai. Pertanyaannya, apakah kasus ini akan berhenti pada satu nama, atau justru menyeret pihak-pihak lain yang selama ini menikmati proyek besar “Program Makan Bergizi Gratis”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *