Dr. Marindo Dikukuhkan Sebagai Dewan Pembina Pendekar Banten Lampung, Perkuat Sinergi Budaya dan Pemerintahan

Lampung197 Dilihat

Bandar Lampung  —  Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung secara resmi menyematkan Baju Kebesaran Jawara kepada Dr. Marindo, S.T., M.M. sebagai simbol pengukuhan dirinya sebagai Dewan Pembina organisasi tersebut. Rabu, 3 Juni 2026.

Prosesi penyematan berlangsung khidmat di Kantor Gubernur Lampung, Jalan R.W. Monginsidi, Telukbetung, Kota Bandar Lampung. Penyematan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung disaksikan para tokoh budaya, pejabat pemerintah daerah, serta jajaran pengurus organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pendekar Banten Lampung menegaskan bahwa penyematan Baju Kebesaran Jawara bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan sekaligus amanah besar untuk menjaga marwah budaya dan tradisi leluhur.

“Hari ini kami menetapkan dan mengukuhkan Dr. Marindo, S.T., M.M. sebagai Dewan Pembina Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung. Beliau merupakan sosok birokrat yang memiliki komitmen terhadap pelestarian budaya. Baju kebesaran ini bukan sekadar simbol, tetapi amanah untuk menjaga kehormatan jawara, melestarikan Debus Surosowan, dan bersama-sama membangun Lampung,” tegasnya.

 

Sementara itu, Dr. Marindo yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menyampaikan rasa syukur dan tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya menerima Baju Kebesaran ini sebagai amanah, bukan sebagai kemuliaan pribadi. Debus Surosowan merupakan warisan budaya yang sarat nilai spiritual, keberanian, dan pengabdian. Tugas kita bersama adalah memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Lampung,” ujar Marindo.

 

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya sebatas mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas daerah dan membangun persatuan masyarakat.

Penguatan Budaya dan Persiapan Krakatau Festival 2026

Penyematan tersebut memiliki makna strategis bagi pengembangan budaya di Provinsi Lampung. Selain memperkuat sinergi antara unsur pemerintahan dan pelaku budaya, momentum ini juga menjadi bagian dari konsolidasi menuju penampilan kolosal Debus Surosowan dalam rangkaian Krakatau Festival 2026.

Organisasi Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan juga menegaskan komitmennya untuk mengembalikan Debus pada nilai-nilai aslinya sebagai seni bela diri yang berlandaskan dzikir, spiritualitas, disiplin, dan pengabdian, bukan sekadar atraksi hiburan.

Acara ditutup dengan doa dan foto bersama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Kepala Bagian Umum Provinsi Lampung, Wakil Ketua Nurdin R., S.H., Dewan Penasihat Rahmad Solihin, Ketua Balam Heri, Sekretaris Ilham, serta para pengurus dan anggota Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung.

Pengukuhan ini menjadi simbol kuat bahwa pelestarian budaya dan pembangunan daerah dapat berjalan beriringan, memperkokoh identitas Lampung sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai tradisi, persatuan, dan kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *