Usut video viral ‘pocong bawa senjata tajam’, Polsek Batu Aji pastikan itu hoaks hasil rekayasa

Batam255 Dilihat

Batam – Menanggapi hebohnya beredar video yang dikaitkan dengan sosok pocong membawa senjata tajam di lingkungan Perumahan MKGR, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Setelah menelusuri berbagai sumber dan memastikan fakta di lapangan, Polsek Batu Aji akhirnya memastikan bahwa kabar yang sempat membuat warga was-was itu adalah berita bohong atau hoaks yang sengaja direkayasa.

Langkah cepat diambil oleh Unit Reskrim Polsek Batu Aji yang bekerja di bawah tanggung jawab Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo, S.Tr.K., S.I.K. Kegiatan pengumpulan keterangan dan pengecekan lapangan yang dilakukan Sabtu (06/06/2026) ini juga melibatkan Ps. Kanit Reskrim Ipda Muhammad Rizky Fitrianor, unsur UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Lurah Kibing, serta Ketua RW 024, guna memastikan tidak ada celah dalam pengungkapan kebenaran.

Video yang sempat menyebar luas lewat grup WhatsApp dan unggahan media sosial itu disertai narasi yang menyesatkan, seolah-olah peristiwa itu benar-benar terjadi di RT 002 RW 024 Perumahan MKGR. Tak pelak, kabar ini sempat memicu rasa takut dan keresahan di kalangan warga sekitar maupun masyarakat luas yang mendengarnya.

Namun, setelah dilakukan klarifikasi mendalam, fakta berbicara lain. Dari pengecekan ke akun yang pertama kali membagikan, diketahui bahwa orang tersebut hanya meneruskan informasi tanpa memastikan kebenaran maupun lokasi asli kejadian.

Dukungan penegasan fakta datang langsung dari Wiwied Indartono, Lurah Kibing, yang ikut hadir dalam proses verifikasi di lapangan. Dengan nada tegas dan meyakinkan, ia membantah habis-habisan kabar yang sedang beredar itu.

“Saya tegaskan dengan sejelas-jelasnya kepada seluruh warga: apa yang tertulis dan ditampilkan dalam video itu tidak benar sama sekali. Selama saya menjabat sebagai lurah dan memantau kondisi lingkungan setiap hari, tidak pernah ada kejadian seperti itu, tidak pernah ada laporan dari warga, tidak ada saksi mata, dan apalagi sampai ada yang merasa terancam atau dirugikan. Ini murni kabar bohong yang tidak berdasar,” ujar Wiwied Indartono dengan tegas.

Ia pun menyayangkan ulah orang yang dengan sengaja menyebarkan informasi sesat tersebut. Menurutnya, perbuatan semacam itu sangat tidak bertanggung jawab dan hanya bertujuan menciptakan kekacauan semata.

“Saya sangat menyesalkan ada oknum yang senang menyebarkan kebohongan seperti ini. Mereka mungkin menganggap ini sekadar leluasa, padahal dampaknya sangat besar! Ratusan bahkan ribuan warga menjadi takut, anak-anak ketakutan tidur di malam hari, dan suasana lingkungan yang selama ini aman pun menjadi gaduh gara-gara ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Wiwied Indartono juga memastikan bahwa seluruh wilayah Kelurahan Kibing, termasuk Perumahan MKGR, senantiasa dalam keadaan aman, tertib, dan damai. Ia mengajak seluruh warga tidak perlu merasa cemas, dan tetap percaya pada lingkungan tempat mereka tinggal.

“Kondisi di sini aman-aman saja, tidak ada hal-hal aneh yang perlu ditakutkan. Jangan mudah terpancing oleh kabar yang belum jelas asal-usulnya. Saya bersama seluruh jajaran pengurus lingkungan dan aparat desa selalu siap menjaga dan memantau keamanan bersama warga. Jadi, tidak ada alasan untuk merasa takut atau gelisah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua RW 024 juga membenarkan penjelasan Lurah. Ia menyatakan bahwa sepanjang pengetahuannya, kabar itu hanya berputar di percakapan grup saja, tanpa ada satu pun bukti nyata yang mendukungnya.

Penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian pun semakin memperkuat kesimpulan tersebut. Tim penyidik menemukan fakta penting bahwa video serupa sebenarnya sudah pernah beredar di berbagai daerah lain di luar Kota Batam dengan narasi yang disesuaikan. Bahkan, berdasarkan analisis yang dilakukan, video itu diduga kuat merupakan hasil rekayasa dan penyuntingan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, sehingga tampak seperti nyata padahal merupakan rekaan belaka.

Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo menegaskan bahwa kabar bohong semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah, menimbulkan kepanikan yang tidak perlu, serta mengganggu ketenangan dan ketertiban umum.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, oleh karena itu kami bertindak cepat untuk memastikan kebenaran. Setelah diteliti dari segala sisi, terbukti ini hanyalah hoaks belaka yang tidak berdasar sedikit pun. Ini bukti bahwa kita harus sangat berhati-hati sebelum mempercayai dan menyebarkan sesuatu yang belum jelas asal-usulnya,” ujarnya.

Polsek Batu Aji pun mengimbau seluruh warga Kota Batam untuk lebih kritis dan cerdas dalam menyikapi banjir informasi di media sosial. Jangan mudah terprovokasi, jangan langsung menyebarkan, dan pastikan terlebih dahulu kebenarannya dari sumber yang terpercaya. Jika menemukan hal yang mencurigakan atau mendengar kabar yang membuat bingung, warga dipersilakan langsung menghubungi pihak kepolisian atau aparat kelurahan untuk mendapatkan penjelasan yang jelas dan akurat.

Seluruh rangkaian penyelidikan berjalan aman dan tertib hingga selesai pukul 17.30 WIB. Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan sesuatu tetap dapat menghubungi layanan darurat nomor 110, yang siap melayani 24 jam penuh secara gratis dan bebas pulsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *