Way Kanan — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menunjukkan keseriusan penuh dalam membenahi infrastruktur dengan menghadiri langsung kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) perbaikan jalan di ruas strategis Kasui dan Air Ringkih, Kabupaten Way Kanan.
Perbaikan jalan di Kecamatan Kasui dan Rebang Tangkas ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjawab keluhan masyarakat terkait akses jalan rusak yang selama ini menghambat mobilitas dan perekonomian. Gubernur menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.
“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Jika akses terputus, maka aktivitas masyarakat juga lumpuh. Karena itu, perbaikan ini harus tuntas dan tepat sasaran,” tegas Gubernur di lokasi kegiatan.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tidak ingin lagi lamban dalam merespons persoalan infrastruktur, khususnya di daerah-daerah yang selama ini terkesan terpinggirkan.
Namun, agenda Gubernur tidak berhenti di pembangunan fisik. Usai groundbreaking, Rahmat Mirzani Djausal langsung melanjutkan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua DPC Partai Gerindra Way Kanan, Adinata, di Kampung Kasui Lama.
Kunjungan tersebut berlangsung hangat namun sarat makna, memunculkan tafsir publik sebagai langkah memperkuat komunikasi politik dan konsolidasi kekuatan di daerah. Meski dibungkus dalam suasana kekeluargaan dan religius, pertemuan ini tak lepas dari sorotan sebagai bagian dari dinamika politik lokal.
Sejumlah pejabat penting turut hadir, mulai dari Kepala Dinas PU Provinsi Lampung M. Taufiq Ullah, unsur TNI-Polri seperti Dandim Way Kanan, Wakapolres Kompol Martono, hingga para Kapolsek, pejabat OPD, anggota DPRD dari Partai Gerindra, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kehadiran lintas unsur ini menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, aparat, dan elemen masyarakat.
Momentum ini bukan hanya sekadar seremoni peletakan batu pertama, tetapi menjadi ujian nyata: apakah proyek ini benar-benar akan menjawab kebutuhan rakyat atau sekadar menjadi simbol tanpa dampak berkelanjutan.
Masyarakat kini menunggu bukti, bukan janji. Pemerintah dituntut bekerja cepat, tepat, dan transparan agar pembangunan yang digaungkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi Kabupaten Way Kanan.
Jika tidak, kepercayaan publik bisa kembali tergerus.










