Batam, 24 Juni 2026 – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menghadiri Rapat Analisa dan Evaluasi Kinerja Triwulan II Tahun 2026. Kegiatan diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau.
Rapat ini diikuti seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se‑Kepulauan Riau. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Aris Munandar.
Forum ini menjadi wadah resmi meninjau capaian kinerja selama tiga bulan kedua. Segala program yang telah berjalan dikaji ulang secara mendalam.
Hasil evaluasi dijadikan dasar merumuskan langkah strategis baru. Tujuannya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di seluruh satuan kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Karutan Batam memaparkan capaian kinerja wilayahnya. Paparan mencakup berbagai aspek utama penyelenggaraan tugas.
Bidang keamanan dan ketertiban menjadi poin pertama yang disampaikan. Hal ini menjadi fondasi utama berjalannya seluruh kegiatan di lingkungan tahanan.
Selanjutnya dipaparkan pelayanan terhadap warga binaan serta program pembinaan yang diterapkan. Pembinaan dilakukan secara menyeluruh sesuai standar yang berlaku.
Pengelolaan administrasi dan realisasi anggaran juga disajikan secara rinci. Semua data disusun dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Karutan juga menekankan pelaksanaan program prioritas pemerintah. Di antaranya Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Tidak hanya capaian, berbagai inovasi layanan juga diperkenalkan di hadapan peserta rapat. Langkah ini sebagai bukti komitmen terus berbenah.
Inovasi tersebut bertujuan mewujudkan pelayanan yang profesional. Selain itu, disusun agar selalu berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan warga binaan.
Seluruh satuan kerja mendapatkan kesempatan menyampaikan kendala di lapangan. Identifikasi masalah menjadi langkah awal mencari solusi bersama.
Peserta juga saling berbagi praktik baik yang telah terbukti efektif. Pertukaran pengalaman ini mendukung pencapaian target organisasi secara lebih optimal.
Suasana rapat berjalan lancar, dinamis, dan penuh diskusi positif. Diharapkan terbangun sinergi yang makin kuat antar‑satuan kerja.
Hasil pertemuan ini menjadi bekal untuk kinerja triwulan berikutnya. Penyelenggaraan pemasyarakatan di Kepulauan Riau diarahkan makin berkualitas dan berdaya guna.
( SjR )






