Indonesia Urutan Kedua Kasus Campak Terbanyak di Dunia, Dokter RSUD Demang Sepulau Raya Ingatkan Bahaya Lalai Imunisasi Anak

Lampung180 Dilihat

Lampung Tengah — Fakta mengejutkan muncul dari dunia kesehatan nasional. Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus campak terbesar kedua di dunia. Kondisi ini bukanlah sebuah prestasi, melainkan peringatan keras atas masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya imunisasi anak.

Dokter Spesialis Anak dr. Lulu Honna, Sp.A, yang bertugas di RSUD Demang Sepulau Raya (RSUDDSR) Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, menegaskan bahwa tingginya kasus campak di Indonesia sebagian besar dipicu oleh kelalaian dalam pemberian imunisasi kepada anak.

Menurutnya, masih banyak anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak atau vaksin Measles Rubella (MR) sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Indonesia menjadi negara dengan kasus campak terbesar kedua di dunia. Ini bukan prestasi, tetapi cerminan dari keteledoran kita. Artinya masih banyak anak yang tidak mendapatkan vaksinasi campak,” tegas dr. Lulu.

Ia menjelaskan, gejala awal penyakit campak umumnya diawali dengan demam tinggi, mata merah, muncul ruam kemerahan pada tubuh, serta disertai batuk, pilek hingga diare.

Padahal penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi yang diberikan pada usia 9 bulan dan dilanjutkan pada usia 18 bulan.

Meski disebabkan oleh virus dan pada beberapa kasus tidak langsung mematikan, campak tetap memiliki risiko komplikasi serius yang dapat mengancam keselamatan anak.

“Komplikasi campak bisa sangat berat, mulai dari kebutaan, infeksi paru-paru, hingga dehidrasi akibat diare. Anak juga dapat mengalami kejang yang berpotensi mematikan akibat radang otak atau ensefalitis,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahkan setelah anak dinyatakan sembuh dari campak, masih terdapat risiko komplikasi jangka panjang pada otak yang dikenal sebagai Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), penyakit langka namun sangat berbahaya.

“Itulah sebabnya para orang tua harus memastikan anak mendapatkan imunisasi campak secara lengkap dan tepat waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, drg. Dwi Krisnawati, MKM, juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan anak melalui layanan kesehatan dasar.

Ia mengajak para ibu yang memiliki balita untuk rutin mengikuti kegiatan posyandu setiap bulan atau datang langsung ke puskesmas guna memastikan tumbuh kembang anak serta kelengkapan imunisasi berjalan sesuai jadwal.

“Kami mengimbau para ibu yang memiliki balita agar rutin datang ke posyandu setiap bulan atau langsung ke Puskesmas. Imunisasi dan pemantauan kesehatan anak sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Upaya pencegahan melalui imunisasi lengkap serta pemeriksaan kesehatan rutin dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran campak dan melindungi generasi muda dari ancaman penyakit yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *