Kalapas Batam Yosafat Pimpin Ikrar: Toleran Nol bagi HP Ilegal, Narkoba dan Penipuan di Lingkungan Pemasyarakatan

Batam111 Dilihat

Batam.Intinews.com. – Sebagai wujud tekad bulat memulihkan kepercayaan publik sekaligus menutup celah kejahatan dari balik jeruji besi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar Apel Ikrar Bersama Pemasyarakatan Bersih dari Halinar (Telepon Genggam Ilegal, Pungutan Liar dan Narkoba) serta Praktik Penipuan, pada Senin (8/6/2026). Kegiatan pembersihan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Batam, Yosafat, menandai dimulainya era penegakan disiplin yang ketat dan tanpa kompromi.

Dalam arahan pembinaannya, Kalapas Batam Yosafat menegaskan bahwa marwah lembaga negara dan keselamatan masyarakat adalah harga mati yang wajib dijunjung tinggi oleh seluruh unsur, baik petugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Saya menaruh kepercayaan penuh pada integritas seluruh jajaran. Melalui persatuan tekad dan kerja sama yang erat, kita wajib mewujudkan Lapas Kelas IIA Batam yang BENAR-BENAR BERSIH dari Halinar serta segala bentuk jaringan Penipuan. Kita harus pulihkan kehormatan Pemasyarakatan di mata bangsa,” tegas Kalapas Yosafat dengan nada berwibawa dan menuntut tanggung jawab.

Sikap tegas senada disampaikan oleh Kepala Bagian Pengamanan sekaligus Juru Bicara Lapas Batam, Andre. Beliau memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang berani memelihara praktik gelap di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Kami tegaskan: TIDAK ADA TEMPAT dan TIDAK ADA AMPUN bagi penyelundupan HP Ilegal, Narkoba maupun Jaringan Penipuan di wilayah hukum Lapas Batam. Siapa pun yang terlibat, baik Warga Binaan maupun Oknum Petugas, kami bertindak TEGAS TANPA PANDANG BULU! Mulai hari ini pengawasan diperketat berkali-kali lipat,” ancam Andre dengan nada berapi-api.

Setelah seluruh peserta berikrar setia menjaga kebersihan lembaga, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tindakan Nyata Berupa Razia Gabungan Besar-besaran. Operasi ini melibatkan kekuatan terpadu antara Petugas Lapas, Aparat TNI, Polri serta Unsur Masyarakat. Sasaran utama adalah memutus akses masuk barang terlarang sekaligus melumpuhkan jaringan kejahatan yang diduga beroperasi dari balik jeruji besi.

Langkah ini menegaskan komitmen Lapas Kelas IIA Batam dalam memperkuat sinergitas antarkekuatan pertahanan keamanan demi kenyamanan warga. Dengan semangat pembaruan ini, Lapas Batam menargetkan terciptanya Tata Kelola yang bersih, berwibawa, serta kembali menjadi teladan lembaga pemasyarakatan yang dipercaya rakyat.

(Sajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *