Lestarikan Budaya & Pererat Ikatan: Polda Kepri Gelar Lomba Dayung‑Ketinting HUT Bhayangkara ke‑80

Batam120 Dilihat

Batam, 21 Juni 2026 – Pelabuhan Beton Kampung Tua Tanjung Riau, Sekupang, berubah menjadi ajang semarak budaya maritim. Polda Kepulauan Riau menggelar lomba dayung sampan dan ketinting sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke‑80, Minggu (21/6).

Ketua Pelaksana sekaligus Kasubdit Patroli Airud Ditpolairud Polda Kepri, Kompol Efendri Ali, S.I.P., M.H., menegaskan kegiatan ini bukan sekadar hiburan. “Ini sarana utama mempererat silaturahmi sekaligus menjaga warisan budaya pesisir,” ujarnya.

Antusiasme warga tercatat meningkat nyata. Total 106 peserta turut ambil bagian. Rinciannya: 18 peserta ketinting, 34 tim dayung putra, dan 10 tim dayung putri.

Bagi Ketua Nelayan Tanjung Riau, langkah ini sangat berarti. Dayung dan ketinting bukan sekadar olahraga, melainkan identitas Melayu yang harus lestari. “Terima kasih Polri telah menghidupkan kembali tradisi leluhur,” ucapnya.

Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., membuka acara secara resmi. Ia menegaskan: ini bukan rutinitas semata, melainkan bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga budaya sekaligus memperkuat jembatan kepercayaan. Polri tumbuh kuat jika bersatu dengan warganya,” tegasnya di hadapan peserta dan undangan.

Poin penting lain disampaikan Wakapolda: menjamin ruang hidup nelayan. Di tengah pesatnya pembangunan pesisir, hak mata pencaharian warga harus tetap menjadi prioritas utama.

“Sinergi lintas pihak wajib dijaga. Jangan sampai kemajuan kawasan menggeser keberadaan mereka yang sudah lama menetap,” tambahnya.

Kehadiran Polda Kepri terasa lebih dekat lewat bakti sosial. Sebanyak 250 paket sembako diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan.

Pelayanan kesehatan gratis juga disiapkan di lokasi. Langkah ini membuktikan perhatian Polri tidak hanya soal keamanan, tapi juga kesejahteraan fisik masyarakat.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan pola pelayanan berkelanjutan. Polri akan terus hadir di titik‑titik strategis wilayah.

“Polri tidak menunggu di kantor. Kami turun ke lapangan untuk mendengar dan melayani langsung,” ujarnya.

Publik pun diimbau berperan aktif menjaga ketertiban. Keamanan kondusif adalah tanggung jawab bersama antara aparat dan warga.

Bagi yang butuh bantuan atau ingin melapor gangguan, layanan 110 tersedia 24 jam tanpa biaya. Polri siap merespons cepat, tepat, dan presisi.

( SjR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *