Lewat Gerakan Pangan Murah, Polda Lampung Salurkan 4.890 Ton Beras SPHP, Lampaui Target 124 Persen

Lampung9 Dilihat

 

Lampung — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama seluruh jajaran Polres terus mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di tengah masyarakat. Hingga awal Januari 2026, realisasi penyaluran beras jenis Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah melampaui target yang ditetapkan.

Tercatat, total beras SPHP yang berhasil disalurkan mencapai 4.890 ton 575 kilogram, atau setara 124 persen dari target nasional.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan, GPM merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam merespons fluktuasi harga kebutuhan pokok, khususnya beras, yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah komitmen Polda Lampung untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik,” ujar Yuni, Minggu (4/1/2026).

 

Pada pelaksanaan GPM Sabtu, 3 Januari 2026, distribusi beras SPHP di jajaran Polres mencapai 6 ton 865 kilogram, seluruhnya disalurkan oleh Polres Lampung Selatan. Sementara itu, pada Minggu, 4 Januari 2026, Polda Lampung kembali menyalurkan 23 ton 530 kilogram beras SPHP yang juga dipusatkan di wilayah Lampung Selatan.

Menurut Yuni, penyaluran difokuskan pada daerah dengan tingkat kebutuhan tinggi agar manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Distribusi kami arahkan ke wilayah prioritas agar intervensi harga ini tepat sasaran,” jelasnya.

 

Berdasarkan data kumulatif, Polres Lampung Timur tercatat sebagai satuan kerja dengan realisasi penyaluran tertinggi, yakni 903 ton 605 kilogram, disusul Polres Lampung Selatan sebesar 823 ton 400 kilogram, serta Polres Lampung Tengah sebanyak 430 ton 500 kilogram. Penyaluran beras SPHP melalui GPM berlangsung merata di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

Yuni menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi lintas sektor yang solid, mulai dari perencanaan, pengamanan distribusi, hingga pengawasan penyaluran di lapangan.

“Keberhasilan Gerakan Pangan Murah ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ungkapnya.

 

Ke depan, Polda Lampung memastikan Gerakan Pangan Murah akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan, menekan potensi lonjakan harga pangan, sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kami berharap program ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas sosial di Provinsi Lampung,” pungkas Yuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *