LSM JPKP Kota Metro Soroti Keras Selter Sekda: Jangan Sampai Tercoreng Titipan dan Intervensi Kepentingan

Lampung246 Dilihat

 

Metro — Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kota Metro kini menjadi sorotan tajam publik. Di tengah memanasnya persaingan para kandidat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Metro ikut angkat suara dan mengingatkan agar proses seleksi berjalan bersih, profesional, serta bebas dari kepentingan tertentu.

Sorotan keras itu disampaikan melalui Sekretaris JPKP Kota Metro, Herman, menyusul beredarnya informasi bocoran nilai tujuh kandidat yang saat ini tengah mengikuti tahapan seleksi Sekda Kota Metro.

 

Berdasarkan informasi yang diterima tim media pada Selasa (12/05/2026), para kandidat akan kembali mengikuti tahapan wawancara akhir yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, pada Rabu, 13 Mei 2026.

 

Adapun daftar nilai sementara yang beredar di publik yakni:

 

1. Ade Erwinsyah, SSTP., MM — 72,22

 

2. Ika Pusparini Anindita Jayasinga, SH., MH — 72,22

 

3. Ahmad Hariyanto, MM — 69,44

 

4. Sumawanto Hendriyanto, ST., MT — 63,89

 

5. Muhammad Yuliardi, SSTP., M.Si — 58,33

 

6. Agus Triyadi, S.IP., MM — 55,56

 

7. Kusbani — 55,56

 

 

Munculnya bocoran nilai tersebut membuat publik mulai mempertanyakan sejauh mana transparansi dan independensi Panitia Seleksi (Pansel) dalam menentukan sosok Sekda definitif Kota Metro.

 

Sekretaris JPKP Kota Metro, Herman, menegaskan bahwa jabatan Sekda merupakan posisi strategis yang tidak boleh diisi berdasarkan titipan, tekanan politik, ataupun kepentingan kelompok tertentu.

“Kami dari LSM JPKP Kota Metro meminta Pansel bekerja profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai proses Selter ini tercoreng oleh titipan, pesanan maupun intervensi pihak tertentu,” tegas Herman.

 

Menurutnya, Kota Metro membutuhkan figur Sekda yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas dan kemampuan manajerial untuk mendukung jalannya pemerintahan serta pembangunan daerah secara maksimal.

“Sekda itu motor birokrasi. Kalau sejak awal prosesnya sudah tidak sehat, maka dampaknya akan panjang terhadap tata kelola pemerintahan Kota Metro ke depan,” ujarnya.

 

Herman juga mengingatkan agar tahapan wawancara yang menjadi penentu akhir tidak dijadikan ruang kompromi kepentingan yang dapat mengubah hasil berdasarkan faktor nonkompetensi.

 

Publik kini menanti komitmen Pansel dalam menjaga marwah seleksi terbuka tersebut. Di tengah tingginya perhatian masyarakat, proses Selter Sekda Metro diharapkan benar-benar menghasilkan figur terbaik, bukan sekadar hasil tarik-menarik kepentingan elit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *