Manfaatkan Lahan Sempit Jadi Lahan Produktif: Dinas Pertanian Batam Sosialisasikan Teknik Polybag di Kibing

Batam188 Dilihat

Batam, 17 Juni 2026 – Dinas Pertanian Kota Batam bergerak nyata mendukung ketahanan pangan keluarga. Berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi dan KWT Jati Makmur, instansi ini menggelar sosialisasi pemanfaatan media tanam polybag di Fasilitas Umum RT 04 RW 01, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji.

Kegiatan ini dihadirkan sebagai solusi praktis mengatasi keterbatasan lahan di kawasan permukiman. Melalui teknik ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah ruang terbatas menjadi lahan budidaya yang produktif, tanpa membutuhkan lahan luas sekalipun.

Tujuan utamanya jelas: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga agar bisa bercocok tanam secara mandiri. Dengan media polybag, pengelolaan tanaman menjadi lebih mudah, perawatan lebih terkontrol, dan hasilnya dapat langsung dinikmati untuk kebutuhan sehari-hari.

Acara berlangsung hangat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Hadir mewakili Kelurahan Kibing, Sekretaris Kelurahan Devi Iswandi yang menyambut baik langkah strategis ini.

Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi wilayah perkotaan. Menurutnya, pertanian di lingkungan pemukiman tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih hijau dan segar.

“Pemanfaatan media tanam polybag adalah solusi efektif mendukung ketahanan pangan keluarga, terutama di daerah yang lahannya terbatas. Langkah seperti ini perlu terus didorong agar semakin banyak warga yang tergerak,” ujar Devi Iswandi dalam sambutannya.

Dalam sesi kegiatan, peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari cara memilih media tanam yang baik, teknik penanaman yang benar, hingga langkah perawatan agar tanaman tumbuh subur dan berbuah maksimal.

Suasana semakin hidup saat sesi praktik berlangsung. Antusiasme peserta terlihat jelas, mereka aktif bertanya, mencoba langsung teknik yang diajarkan, dan berbagi pengalaman seputar bercocok tanam di lingkungan rumah masing-masing.

Peran aktif Kelompok Wanita Tani menjadi penggerak utama dalam kegiatan ini. Mereka menjadi jembatan informasi dan pendamping bagi warga, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat lingkungan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan semangat bercocok tanam semakin menyebar luas. Pekarangan rumah yang sebelumnya kosong nantinya bisa berubah menjadi sumber pangan mandiri, mendukung kesejahteraan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat.

( SjR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *