Ratusan Personel Kawal Penggusuran BBS Punggur, Warga Minta Rp5 Juta per KK untuk Angkut Barang

Batam75 Dilihat

 

Batam  —  Intinews.com.

Penertiban bangunan di kawasan ruli BBS Punggur berlangsung dengan pengamanan ketat sekitar 400 personel gabungan dari unsur tim terpadu, Kamis (12/2/2026). Aparat berjaga di sejumlah titik saat alat berat dikerahkan untuk melakukan pembongkaran bangunan dan pembersihan material di lokasi.

Di lapangan, beberapa unit ekskavator terlihat beroperasi di tengah tumpukan puing kayu, palet, dan barang bekas bangunan. Petugas berseragam melakukan pengawasan, sementara warga memantau dari sekitar area dan berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dipindahkan.

Kepala Satpol PP Batam, Imam Tohari, menyampaikan bahwa personel yang diturunkan berasal dari berbagai unsur gabungan. Menurutnya, pengerahan ratusan personel merupakan prosedur standar pengamanan untuk memastikan penertiban berjalan aman dan kondusif.

Di tengah proses tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait nilai kompensasi atau sagu hati. Salah satu warga, Boru Sinaga, mengatakan bantuan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kami hanya diberi uang sagu hati Rp150 juta untuk 175 kepala keluarga. Kami maunya pihak perusahaan lebih manusiawi dalam memberikan sagu hati,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain, Panggabean, yang berharap ada tambahan bantuan agar warga dapat memindahkan barang-barang mereka.

“Kami hanya minta sekitar Rp5 juta per kepala keluarga supaya bisa bayar kendaraan untuk angkut barang bongkaran rumah kami. Kami tidak minta muluk-muluk. Kami hanya ingin bertahan hidup untuk anak-anak dan keluarga,” katanya.

Warga berharap pihak perusahaan yang disebut terkait kegiatan tersebut, yakni PT Tria Tlang Emas, dapat mempertimbangkan kembali besaran bantuan dengan memperhatikan kondisi sosial masyarakat terdampak.

Perwakilan perusahaan, Yahya, disebut masih melakukan koordinasi terkait kegiatan di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai tanggapan atas aspirasi warga.

Meski melibatkan ratusan personel dan alat berat, situasi di lokasi dilaporkan tetap kondusif tanpa insiden menonjol selama proses berlangsung.

(Sajaruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *