Reses Ketua DPRD Kepri di Batu Aji, warga soroti pendidikan dan kesempatan kerja

Batam161 Dilihat

BATAM – Wadah pertemuan antara wakil rakyat dan konstituen kembali digelar. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau H. Iman Sutiawan menggelar kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2026 yang menyasar daerah pemilihannya meliputi Kecamatan Sekupang, Belakang Padang, Batu Aji, dan Sagulung. Bertempat di halaman SDN 009, Perumahan Permata Laguna, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji pada Minggu (26/4), pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka di mana masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, dengan fokus utama pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan. Turut hadir di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Kapten Luther, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Muhammad Rudi, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Siti, Sekretaris Dewan Provinsi Ika, Sekcam Batu Aji Anwaruddin, Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizky Subagyo, Danramil Sekupang, para lurah, serta jajaran pengurus masyarakat mulai dari Ketua FKTW, LPM, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas elemen ini menegaskan bahwa pembangunan dan penyelesaian masalah di wilayah memerlukan sinergi dari semua pihak.

Dalam sambutan dan arahannya, H. Iman Sutiawan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai landasan utama agar setiap program pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat. Ia juga menyampaikan kabar gembira terkait sektor pendidikan, di mana pemerintah provinsi telah merencanakan pembangunan sekolah menengah atas (SLTA) baru pada tahun 2026, yang lokasinya dipusatkan di wilayah Tanjung Uncang.

Dengan gaya bicara yang tegas namun mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat, Iman menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan sekadar catatan administrasi, melainkan amanah yang wajib diperjuangkan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan suatu wilayah tidak bisa diandalkan hanya pada kerja pemerintah semata, melainkan butuh partisipasi aktif warga.

💬 “Kalau kita ingin daerah ini maju, tidak bisa cuma pemerintah yang bekerja. Harus ada kerja sama dan sinergi. Masyarakat jaga lingkungan, jaga ketertiban, sedangkan pemerintah hadir dengan program dan karya nyata. Begitu roda pembangunan berjalan seimbang, baru hasilnya bisa kita rasakan bersama,” ujarnya.

Selain pendidikan, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi fokus perhatian. Menurut Iman, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menyediakan lapangan kerja, tetapi memastikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja lokal mampu bersaing di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Ia mendorong Dinas Tenaga Kerja untuk lebih proaktif menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi, khususnya bagi generasi muda, agar mereka memiliki bekal yang cukup saat memasuki dunia kerja.

Ia menambahkan, pembangunan sekolah baru di Tanjung Uncang merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bagi Iman, membangun fasilitas pendidikan sama artinya dengan membangun masa depan generasi penerus.

💬 “Anak-anak kita berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak perlu menempuh jarak jauh. Jangan sampai ada warga yang putus sekolah hanya karena keterbatasan fasilitas atau jarak tempuh. Inilah yang terus kita perjuangkan dan kejar realisasinya,” tegasnya.

Suasana makin cair dan hangat saat Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan pemaparannya. Dikenal dengan gaya komunikasinya yang santai namun tegas, ia sempat melontarkan celetukan khasnya “Masuk Pak Ekoooo…!” yang langsung disambut riuh tawa dan tepuk tangan antusias dari warga yang hadir. Namun di balik kelakarnya, Rudi menyampaikan pesan serius terkait komitmen pembenahan sektor pendidikan.

Ia mengungkapkan, tahun ini sebanyak 25 satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SLTA masuk dalam program revitalisasi. Langkah ini diambil agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

💬 “Kita benahi semuanya, mulai dari ruang kelas, fasilitas penunjang, hingga kenyamanan lingkungan. Tidak mungkin kita berharap menghasilkan generasi berkualitas kalau tempat belajarnya saja tidak layak. Ini prioritas kami,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.

Memasuki sesi dialog, masyarakat pun menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi. Ketua FKTW Kelurahan Buliang misalnya, menyoroti kekurangan tenaga pengajar di SMKN 12 yang mencapai lima orang, kondisi ini dinilai mengganggu efektivitas proses belajar mengajar. Sementara itu, perwakilan dari Kelurahan Kibing menyampaikan keluhan lain, di mana siswa SMK kerap mengalami kesulitan mencari tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL), padahal tahapan ini merupakan syarat wajib dalam penyelesaian pendidikan.

Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, H. Iman Sutiawan memastikan bahwa setiap masukan, keluhan, dan usulan yang disampaikan akan dicatat dan menjadi perhatian serius. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penyelesaiannya sesuai dengan batas kewenangan dan kemampuan yang dimiliki, baik di tingkat provinsi maupun berkoordinasi dengan pemerintah kota dan instansi terkait.

💬 “Semua yang disampaikan hari ini tidak akan hilang begitu saja. Akan kita tindaklanjuti, kita koordinasikan, dan kita upayakan solusinya. Ini janji dan komitmen kami sebagai wakil rakyat,” tutupnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ruang komunikasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat kian terbuka. Masukan yang diterima diharapkan menjadi bahan pertimbangan berharga dalam penyusunan kebijakan dan program kerja, sehingga pembangunan yang berjalan di Batu Aji dan wilayah sekitarnya benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

(Sajaruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *