Rutan Batam buka diri, canda bareng ojol ubah citra angker jadi kebersamaan

Batam102 Dilihat

Batam – Kesan angker, tertutup, dan jauh dari kehidupan masyarakat yang selama ini melekat pada lembaga pemasyarakatan perlahan terus dikikis. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam mengambil langkah strategis dengan menggelar kegiatan bertajuk “Canda Bareng Ojol”. Mengundang langsung para pengemudi ojek online, lembaga ini membuka pintu gerbangnya, mengajak berdialog, berbagi dan melihat langsung proses pembinaan yang berlangsung di balik tembok pembatas.

Jumat (24/4) menjadi hari yang berbeda bagi puluhan pengemudi ojek online yang hadir. Bukan untuk mengantar penumpang atau urusan pekerjaan, mereka datang sebagai tamu kehormatan. Kegiatan dimulai dengan penjelasan tugas dan fungsi Rutan Batam, dilanjutkan dengan tur keliling kompleks. Para peserta diajak menyusuri berbagai fasilitas, mulai dari ruang pelayanan, ruang kegiatan, hingga area green house—tempat warga binaan dilatih keterampilan bertani dan berkebun sebagai bekal kemandirian saat kembali bermasyarakat.

Banyak dari mereka mengaku baru mengetahui bahwa di balik keterbatasan ruang dan aturan yang ketat, terdapat upaya serius untuk membentuk karakter dan memberikan bekal hidup bagi warga binaan. Suasana makin mencair saat sesi coffee morning digelar di aula. Di sana, sekat antara petugas dan masyarakat seolah hilang. Mereka duduk berdampingan, berbincang santai, berbagi cerita tentang tantangan mencari nafkah, dinamika kehidupan di kota, hingga berbagai persoalan yang kerap dihadapi di lapangan.

Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial. Nilai yang diberikan memang tidak besar, namun bagi pihak Rutan Batam, hal itu merupakan simbol kehadiran lembaga yang tidak hanya fokus pada pembinaan orang di dalam, tetapi juga turut merasakan dan peduli dengan kondisi masyarakat di luar.

Kepala Rutan Kelas IIA Batam menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar di lingkungan pemasyarakatan. “Dulu mungkin kami dianggap hanya mengurus urusan di dalam, tapi saat ini tugas kami sudah meluas. Pemasyarakatan hadir untuk masyarakat, bersama masyarakat dan berkontribusi untuk masyarakat. Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin membangun pemahaman yang benar, bahwa tugas kami menciptakan keamanan dan kesejahteraan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas dan Pelayanan Tahanan Rutan Batam, Ahad Riadi, menjelaskan pemilihan pengemudi ojek online sebagai mitra kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, kelompok ini adalah elemen masyarakat yang memiliki jangkauan luas dan berinteraksi dengan berbagai lapisan setiap harinya.

“Ojol adalah kelompok strategis. Mereka bertemu dengan ribuan orang setiap hari, bergerak ke seluruh penjuru kota. Kalau mereka sudah paham, melihat dan merasakan langsung bagaimana proses pemasyarakatan berjalan, merekalah yang akan menjadi penyampai informasi yang benar. Mereka bisa mengubah persepsi yang salah, menyebarkan gambaran yang sesungguhnya tentang tugas dan fungsi kami,” jelas Ahad Riadi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan membangun kemitraan jangka panjang. Ke depannya, diharapkan para pengemudi ojek online dapat menjadi mitra dalam penyampaian informasi, membantu pengawasan lingkungan, bahkan menjadi jembatan dukungan ketika warga binaan menyelesaikan masa pidana dan kembali berusaha di tengah masyarakat.

“Bantuan yang kami berikan hari ini hanyalah simbol. Yang lebih penting adalah hubungan yang terjalin, kesepahaman yang terbentuk. Kami ingin mereka tahu, Rutan Batam adalah bagian dari masyarakat Batam. Kalau kita kompak, tugas membangun kota yang aman, tertib dan sejahtera akan jauh lebih mudah kita wujudkan,” tambahnya.

Salah satu perwakilan pengemudi ojek online mengaku sangat terkesan dengan apa yang dilihat dan dirasakan. “Selama ini kami cuma mendengar cerita, tapi setelah masuk dan melihat langsung, pandangan kami berubah total. Ternyata di sini banyak hal positif yang dilakukan. Kami siap mendukung dan menyampaikan apa yang kami ketahui ini ke rekan-rekan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat HBP ke-62 yang mengusung nilai pengabdian, perubahan dan manfaat diwujudkan dalam tindakan nyata. Hubungan yang semakin erat antara pemasyarakatan dan masyarakat diharapkan menjadi modal penting, sehingga setiap upaya pembinaan dan penciptaan keamanan dapat berjalan lebih efektif, serta kepercayaan publik terhadap lembaga terus meningkat.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *