BATAM — Sebuah langkah bersejarah bagi dunia pendidikan di Kota Batam resmi tercatat pada Kamis, 24 September 2026. Upacara peletakan tiang pertama atau groundbreaking pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dilaksanakan di lokasi pembangunan, Kecamatan Galang, Kota Batam. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau.
Sekolah ini dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. Dengan desain bangunan yang modern dan fasilitas lengkap, sekolah diharapkan menjadi tempat belajar yang nyaman, aman, dan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas serta berkarakter.
Kegiatan peletakan tiang pertama berlangsung mulai pukul 08.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Drs. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., beserta Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Turut hadir Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., serta para pejabat tinggi BP Batam dan pimpinan instansi terkait.
Kehadiran tokoh pendidikan, perwakilan dunia usaha, unsur TNI–Polri, kepala Organisasi Perangkat Daerah, hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Galang menandakan bahwa pembangunan sekolah ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Semua pihak berkomitmen untuk menyukseskan proyek ini demi kemajuan pendidikan di Batam.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Batam Kotaku, doa bersama, serta sambutan dari para pemangku kepentingan. Suasana berlangsung khidmat, penuh semangat, dan dipenuhi harapan akan kemajuan masa depan anak-anak Batam.
Kepala Yayasan Sekolah Merah Putih, Robinson, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah ini merupakan langkah strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Sekolah ini ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun 2028. Dengan standar pendidikan yang tinggi, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi putra-putri bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.
Direktur Operasional PT MEG, Maikel, menegaskan dukungan penuh pihaknya beserta Artha Graha Group terhadap pembangunan sekolah ini. Ia menyebut kehadiran Sekolah Terintegrasi Merah Putih sebagai investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi lahirnya generasi emas Indonesia, khususnya bagi anak-anak di wilayah Kepulauan Riau.
Sementara itu, Ketua Yayasan Merah Putih, Edy Hushi, menjelaskan bahwa sekolah dirancang secara terpadu dengan memperhatikan standar arsitektur yang berkualitas. Lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan akan disiapkan agar setiap siswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa peletakan tiang pertama ini menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan di Batam. Program ini disebut sebagai pelopor pembangunan sekolah berbasis kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha di Indonesia. Tujuannya adalah mencetak tenaga-tenaga muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pada puncak acara, seluruh tamu undangan melaksanakan prosesi pemancangan tiang pertama sebagai tanda resmi dimulainya pembangunan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dalam suasana tertib, aman, dan kondusif tanpa adanya gangguan apa pun selama seluruh rangkaian berlangsung.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan, Polresta Barelang mengerahkan pengamanan terpadu bersama Polda Kepri, Ditpam BP Batam, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Yon Marinir, serta unsur terkait lainnya. Ratusan personel ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari pengaturan lalu lintas, sterilisasi lokasi, hingga pengawasan jalannya acara.
Polresta Barelang mengimbau seluruh masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta mendukung setiap pembangunan yang bermanfaat bagi kemajuan Kota Batam. Apabila menemukan hal yang mencurigakan atau mengalami gangguan keamanan, warga diminta segera menghubungi Layanan Polisi 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
( SjR )






