Kecamatan Batu Aji Gandeng BPJS Ketenagakerjaan: Edukasi RT/RW, Pastikan Perlindungan Sampai ke Warga

Batam49 Dilihat

Batam – Menjamin perlindungan sosial bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal, menjadi fokus utama Pemerintah Kecamatan Batu Aji bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam. Melalui program Gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, puluhan ketua RT, RW, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga dikumpulkan di Aula Kantor Camat Batu Aji, Selasa (26/5/2026), untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai hak dan manfaat perlindungan kerja.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Zaid Afkar, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Batam. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa jaminan sosial bukan hak istimewa karyawan perusahaan saja, melainkan kebutuhan mendasar bagi siapa saja yang bekerja mencari nafkah. Mulai dari pedagang, buruh harian, nelayan, pengemudi, hingga pelaku UMKM, semuanya berhak dilindungi.

“Peran RT dan RW adalah kunci. Kalian adalah ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan warga. Kami harap lewat kalian, informasi ini menyebar sampai ke lingkungan terkecil. Ada perlindungan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, hingga Jaminan Hari Tua yang akan sangat berarti saat dibutuhkan keluarga di masa depan,” ujar Zaid Afkar di hadapan peserta yang antusias.

Dukungan penuh terhadap program ini disampaikan Sekretaris Camat Batu Aji, Anwaruddin, S.Pd. Menurutnya, pemerintah kecamatan berkomitmen memastikan warga mengerti bahwa perlindungan kerja adalah bentuk kepedulian nyata dan jaminan masa depan, bukan sekadar kewajiban atau aturan belaka.

“Kami ingin warga paham: saat bekerja, risiko selalu ada. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk menanggulangi risiko itu agar tidak membebani keluarga. Kami harap para ketua RT/RW menjadi pelopor dan penyambung lidah kami untuk mengedukasi tetangga di lingkungan masing-masing,” tegas Anwaruddin.

Senada dengan itu, Ketua LPM Kibing, M. Situmorang, menilai kegiatan ini sangat tepat sasaran. Masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya perlindungan diri, dan sosialisasi langsung seperti ini menjadi cara paling efektif membuka wawasan mereka.

“Selama ini banyak yang beranggapan perlindungan kerja itu cuma buat orang kantoran. Padahal pedagang kaki lima atau buruh bangunan justru lebih butuh perlindungan. Ini kegiatan luar biasa, membuat kami sadar bahwa perlindungan itu kebutuhan, bukan pilihan,” ungkap M. Situmorang.

Kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta aktif bertanya seputar prosedur pendaftaran, besaran iuran, hingga mekanisme pencairan manfaat. Dengan tersosialisasinya informasi ini, diharapkan kesadaran warga makin meningkat dan seluruh lapisan pekerja di Batu Aji dapat terlindungi secara maksimal.

( Sajar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *