Air mata basahi upacara pelepasan, Polri lepas Ipda Supriadi untuk selamanya

Batam705 Dilihat

Batam — Suasana berubah menjadi hening dan penuh duka di Perumahan Asrama Polisi Blok 2D, Kamis (16/04/2026) pukul 15.30 WIB. Isak tangis tak terbendung menyelimuti prosesi pelepasan secara kedinasan bagi putra terbaik bangsa, Almarhum Ipda Supriadi, S.H., yang telah mengembuskan napas terakhirnya.

Dengan penuh rasa hormat dan khidmat, upacara penghormatan terakhir dipimpin oleh AKBP Rudi dan Kompol Suwitnyo selaku Inspektur Upacara. Setiap langkah berjalan tertib namun sarat akan kesedihan, menjadi bukti cinta dan penghargaan setinggi langit atas pengabdian tulus yang telah ia berikan selama hidup.

Momen yang Menusuk Hati

Momen paling tak sanggup dilihat terjadi saat keluarga yang diwakili oleh adik almarhum, dengan tangan gemetar dan dada sesak, menyerahkan jenazah kepada pihak kepolisian untuk dimakamkan secara resmi.

“Pergimu bagai petir di siang bolong, meninggalkan luka yang begitu dalam di hati kami semua.
Dulu engkau yang selalu sibuk merekam momen kebahagiaan orang lain, kini giliran kami yang merekam kepergianmu dengan air mata yang tak kunjung kering.”

Tangis dan doa mengiringi setiap langkah jenazah, mengantar sahabat terbaik kami menuju peristirahatan terakhir yang abadi.

Pimpinan Hadir, Hati Ikut Merasakan Pedih

Kehilangan ini dirasakan sangat mendalam oleh seluruh keluarga besar Polri. Kapolda Kepri Irjen Pol A. Safrudin, didampingi oleh Kabid Humas Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya hadir memberikan penghormatan terakhir dengan wajah sendu.

Dengan suara bergetar penuh empati, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei mewakili institusi menyampaikan duka yang mendalam.

“Kami keluarga besar Polri turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya.
Sesungguhnya hati ini hancur menerima kenyataan ini.
Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat yang paling indah di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan yang luar biasa untuk bisa menerima takdir ini,” ucapnya lirih.

Hakikat Kehidupan yang Membuat Hati Terdiam

Suasana semakin syahdu dan pilu saat sesepuh dan tokoh masyarakat hadir melepas kepergian sang kawan.

Abdul Haris Lubis dari Perkumpulan Halak Hita, dengan suara parau mengingatkan kita semua akan hakikat kehidupan yang fana:

“Kullu nafsin dzaiqatul maut…
Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.
Dunia ini hanya persinggahan, akhiratlah tujuan yang kekal abadi,” ucapnya, membuat keheningan menyelimuti hati para pelayat.

Sementara itu, Libanon Harahap mewakili rekan-rekan dan masyarakat mengenang sosok Almarhum yang sangat baik hati dan menenangkan.

“Almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat mulia, anggion nadengganan roha ni on baya (sangat menenangkan hati).
Semoga husnul khotimah, kuburnya dilapangkan seperti hamparan surga, dan segala amal ibadah serta pengabdiannya diterima oleh Allah SWT,” tuturnya dengan mata yang basah.

💌 Pesan Terakhir untuk Sahabat

“Sahabatku…
Engkau telah menuntaskan tugas muliamu dengan sangat indah.
Lelahmu kini menjadi ibadah, keringatmu menjadi pahala yang mengalir tanpa putus.
Kami sadar, kami bukanlah yang kehilanganmu, tapi kaulah yang telah selamat dari kerasnya dunia ini.

Engkau telah pulang dengan selamat ke pelukan Sang Maha Pencipta.
Tinggalkanlah segala beban dunia, istirahatlah dengan tenang di sana.
Jasamu akan selalu abadi, namamu harum, dan kenangan indah bersamamu akan tersimpan selamanya di relung hati kami.

Selamat jalan Pahlawan Hati…
Selamat jalan Ipda Supriadi…

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…”

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *