Bambang Teguhkan Komitmen Metro Dukung Program Desaku Maju, Perkuat Sinergi Pembangunan Lampung

Lampung181 Dilihat

METRO — Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso meneguhkan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk memperkuat sinergi pembangunan bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota lainnya melalui Program Desaku Maju.

 

Komitmen tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri Penandatanganan Kesepakatan Bersama Sinergi Pembangunan Daerah dalam Mendukung Program Desaku Maju di Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Jumat (21/8/2026).

 

Kehadiran Wali Kota Metro dalam agenda tersebut menjadi bagian dari langkah bersama kepala daerah se-Provinsi Lampung untuk menyatukan arah pembangunan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap wilayah.

 

Kesepakatan bersama itu ditandatangani Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Bambang menyambut positif lahirnya Program Desaku Maju. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintahan menjadi kekuatan penting untuk memastikan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Metro menyambut baik Program Desaku Maju. Bagi kami, program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga berbagai potensi dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih terarah dan terintegrasi,” ujar Bambang.

 

Ia menegaskan, pembangunan yang baik bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu membaca kebutuhan masyarakat, membuka ruang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia.

 

Kota Metro, lanjut Bambang, memiliki sejumlah potensi yang terus didorong untuk berkembang, mulai dari perdagangan dan jasa, pendidikan, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian hingga pengembangan sumber daya manusia.

 

Potensi tersebut, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur, kualitas pelayanan publik serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan pemerintah.

“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kita ingin setiap potensi yang ada dapat dikembangkan, ekonomi masyarakat semakin kuat, pelayanan publik semakin baik, dan kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kesepakatan Program Desaku Maju bukan sekadar seremoni penandatanganan dokumen, melainkan menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh pihak dalam membangun desa secara terarah dan terpadu.

 

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota dan TNI perlu bergerak dalam satu arah untuk mempercepat pembangunan desa dan memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Pertemuan hari ini bukan sekadar penandatanganan dokumen bersama. Hari ini kita sedang menyatukan komitmen, bagaimana Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten dan kota, serta program dari TNI bergerak dalam satu arah membangun desa-desa di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

 

Program tersebut diarahkan untuk mendorong akselerasi pembangunan melalui peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, penguatan perekonomian masyarakat, pengembangan potensi unggulan desa dan kelurahan, serta penguatan BUMDes dan koperasi.

 

Di sektor pertanian, Pemprov Lampung juga terus mendorong pengembangan Pupuk Hayati Cair (PHC) dengan target distribusi yang dapat menjangkau petani di seluruh wilayah Lampung.

 

Gubernur menegaskan, sinergi bersama TNI tidak dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah daerah tetap menjadi penanggung jawab utama dalam perencanaan, penetapan prioritas, dukungan program dan anggaran, hingga pengendalian serta evaluasi pembangunan.

“Sinergi ini bukan mengambil alih tugas bupati, bukan mengambil alih wewenang masing-masing, tetapi justru untuk memperkuat kapasitas kita agar mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

 

Senada, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan kesiapan TNI untuk mendukung pembangunan daerah sesuai tugas dan kewenangannya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Kami punya tugas untuk membantu pembangunan di daerah. Oleh karena itu, program yang telah dicanangkan oleh Pak Gubernur Lampung tentunya sangat tepat dan bisa berkolaborasi dengan satuan TNI yang ada di wilayah,” katanya.

 

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap menjadi leading sector dalam pembangunan, sedangkan TNI hadir sebagai kekuatan pendukung sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

 

Bagi Kota Metro, dukungan terhadap Program Desaku Maju menjadi bagian dari semangat untuk membangun daerah secara kolaboratif. Bambang menilai, semakin kuat sinergi antarpemerintah, semakin besar pula peluang menghadirkan pembangunan yang terarah, merata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

 

Penandatanganan kesepakatan tersebut akhirnya menjadi penanda penting bahwa pembangunan Lampung membutuhkan kebersamaan. Pemerintah, TNI dan seluruh pemangku kepentingan didorong untuk bergerak dalam satu irama, dengan tujuan yang sama: memperkuat daerah, mengembangkan potensi masyarakat, dan menghadirkan kesejahteraan yang semakin nyata. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *