CEGAH KENAKALAN REMAJA: Polresta Barelang Edukasi Pelajar soal Balap Liar dan Bullying

Batam400 Dilihat

BATAM, Kamis (16/04/2026) – Upaya preventif terus digencarkan Polresta Barelang dalam menjaga generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif. Satuan Binmas Polresta Barelang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada siswa-siswi SMK Taruna Pelayaran Maritim Batam, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan ini difokuskan untuk mencegah meningkatnya kasus kenakalan remaja, khususnya terkait aksi balap liar dan tindakan perundungan atau bullying yang kerap mengganggu ketenangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pimpinan Langsung Turun Tangan

Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Binmas Polresta Barelang, AKP Betty Novia, S.Sos., M.H., didampingi oleh Ps. Kanit Bintibsos Aiptu Indra Saputra, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkong Aipda Gandra, serta Ps. Kasubnit Bintibsos Bripka Chintya K. Wardani.

Kehadiran personel ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam membangun komunikasi baik dan menanamkan nilai kedisiplinan sejak dini kepada para pelajar.

Waspada Bahaya Balap Liar dan Bullying

Dalam materinya, Aiptu Indra Saputra menyoroti keresahan masyarakat di wilayah Bengkong. Ia menegaskan bahaya dari kebiasaan pelajar yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada jam belajar, serta gaya berkendara yang ugal-ugalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan gangguan kamtibmas.

“Kami mengimbau agar para siswa lebih disiplin, tidak membuang waktu dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, seperti balap liar yang sangat membahayakan nyawa,” tegasnya.

Selain masalah lalu lintas, materi juga difokuskan pada bahaya bullying. Para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai bentuk perundungan, dampak buruknya secara psikologis bagi korban, hingga konsekuensi hukum yang tegas bagi pelaku.

Wujudkan Generasi Bertanggung Jawab

Melalui kegiatan ini, Polresta Barelang berharap dapat menanamkan kesadaran tinggi kepada para generasi muda. Diharapkan para siswa mampu memilah mana yang baik dan buruk, serta menjauhi segala bentuk perilaku menyimpang.

“Kami ingin menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga disiplin, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Lingkungan sekolah harus aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut akan intimidasi,” ujar tim penyuluh.

Dengan adanya pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan optimal dan melahirkan lulusan yang siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *