TANJUNGPINANG – Mempererat hubungan dan membangun sinergi yang konstruktif, LSM Bahtera DPP Kepri bersama sejumlah insan pers melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Selasa (09/06/2026) pukul 11.30 WIB. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Fauzi Harahap dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Adittya Pratama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Meski baru menjabat selama sekitar lima bulan, Kalapas Fauzi Harahap telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif. Dengan sikap ramah, santun, namun tetap berwibawa, ia mampu mencairkan suasana diskusi. Dikenal sebagai sosok yang enerjik, agamis, dan rendah hati, Fauzi menyatakan keterbukaannya terhadap masukan dari berbagai pihak demi kemajuan lembaga.
“Terima kasih atas kunjungannya. Semoga silaturahmi ini dapat terus terjalin dan berkembang menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Kami siap mendengar saran dan kritik yang membangun, karena kami sadar masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, jadi kami butuh masukan dari luar agar pelayanan dan pembinaan di sini semakin baik,” ujarnya dengan kerendahan hati.
Pembinaan Berbasis Rehabilitasi dan Kerohanian
Dalam pertemuan tersebut, Fauzi menjelaskan bahwa Lapas Narkotika memiliki pendekatan khusus yang tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi lebih mengutamakan proses pemulihan.
“Kami tidak hanya menahan, tetapi juga merehabilitasi. Pembinaan kerohanian menjadi pondasi utama kami. Ke depannya, kami berencana mengembangkan konsep pembinaan yang terintegrasi dengan pola pondok pesantren, agar nilai-nilai keagamaan dapat tertanam lebih kuat dan menjadi bekal mereka saat kembali ke masyarakat,” paparnya.
Ia juga menyampaikan data terkait kondisi hunian, yang saat ini menampung sekitar 700 warga binaan di 60 kamar. Pihaknya terus berupaya mengelola kapasitas tersebut sebaik mungkin agar hak dan kenyamanan warga binaan tetap terjaga.
Apresiasi dan Dukungan Sinergi
Ketua LSM Bahtera DPP Kepri, Andi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan yang ditunjukkan pimpinan dan jajaran lapas. Menurutnya, pendekatan pembinaan yang manusiawi dan berbasis nilai tersebut merupakan langkah yang tepat.
“Kami melihat sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan terbuka terhadap pengawasan. Program rehabilitasi yang dipadukan dengan pembinaan keagamaan ini sangat positif dan patut didukung. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga Lapas Narkotika dapat menjadi contoh lembaga pemasyarakatan yang transparan dan benar-benar melahirkan perubahan positif bagi warga binaannya,” tegas Andi.
Sementara itu, Marihot Sidauruk, S.H., CPM., CPA, Advokat dan Penasihat Hukum LSM Bahtera, menilai pendekatan yang diambil merupakan upaya strategis dalam mewujudkan fungsi pemasyarakatan.
“Pembinaan yang efektif harus menyentuh aspek mental dan kesadaran. Menggabungkan proses rehabilitasi dengan pendidikan agama adalah langkah yang tepat untuk membentuk karakter yang lebih baik. Kami mendukung penuh upaya ini dan siap menjadi mitra yang konstruktif dalam mengawal pelaksanaannya agar sesuai dengan ketentuan hukum dan hak asasi manusia,” ungkapnya.
Kunjungan ditutup dengan diskusi yang mendalam mengenai pengembangan program pembinaan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbukaan lembaga negara, pengawasan sosial, dan peran media dapat berjalan beriringan demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi, profesional, dan berkelanjutan.
( Sajar )






