Ni Ketut Dewi Nadi Kobarkan Semangat Ketahanan Pangan, IKWT dan P4S Lampung Tengah Perkuat Sinergi Bangun Petani Wanita Mandiri

Lampung230 Dilihat

Lampung Tengah — Semangat membangun ketahanan pangan berbasis keluarga dan pemberdayaan perempuan tani terus digaungkan di Kabupaten Lampung Tengah. Ketua Umum IKWT (Ikatan Kelompok Wanita Tani) Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Rutin dan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Forum Komunikasi P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) se-Kabupaten Lampung Tengah yang digelar di kediaman Bapak Buang, Kampung Majapahit, Kecamatan Punggur, Rabu, 6 Mei 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Sejumlah tokoh pertanian, penyuluh, hingga unsur pemerintah daerah turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat dan keluarga.

 

Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Pimpinan BRMP Provinsi Lampung Suwarno, Ketua FK P4S Provinsi Lampung Ikhsan, perwakilan Bapeltan Provinsi Lampung, Kabid Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Lampung Tengah Sopan Musa, Ketua Perhiptani Lampung Tengah Jumali, Pembina FK P4S Lampung Tengah Sumarsono, Ketua P4S Lampung Tengah Aris, Camat Punggur Hasan Basri, Danramil Kecamatan Punggur, Direktur Utama PT Marem Maju Sejahtera Supardi, para Ketua P4S Kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah, serta para penyuluh pertanian se-Kecamatan Punggur.

 

Dalam sambutannya, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menegaskan bahwa keberadaan IKWT bukan sekadar organisasi perempuan tani, melainkan kekuatan strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menopang perekonomian masyarakat desa.

 

Ia menyampaikan bahwa sinergi antara IKWT dan P4S harus terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan inovasi pertanian dan olahan pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Melalui forum ini, kami ingin membangun kerja sama yang lebih kuat antara IKWT dan P4S, terutama dalam peningkatan keterampilan budidaya pertanian serta pengolahan hasil pangan lokal agar semakin bernilai dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para anggota IKWT agar mampu melahirkan produk-produk kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di tengah perkembangan pasar modern.

 

Menurutnya, pemberdayaan perempuan tani harus dimulai dari penguatan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Karena itu, ia mendorong seluruh anggota IKWT di Lampung Tengah untuk menerapkan konsep “3K”, yakni Kolam, Kandang, dan Kebun, sebagai pondasi ketahanan pangan rumah tangga sekaligus langkah nyata menuju kemandirian ekonomi keluarga.

 

Konsep tersebut dinilai mampu menjadi solusi sederhana namun efektif dalam memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif dan bernilai manfaat bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

 

Di akhir sambutannya, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri mengajak seluruh elemen, mulai dari pusat pelatihan swadaya, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok wanita tani untuk terus menjaga kekompakan dan komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung Tengah.

 

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, IKWT dan P4S diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya perempuan tani yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *