BATAM, Senin (21/9/2026) — Dalam semangat memperingati Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau, SMKN 1 Batam mengajak seluruh warga sekolah — guru, karyawan, hingga siswa — untuk tampil mengenakan pakaian Melayu selama satu pekan penuh, mulai 21 hingga 26 September 2026. Langkah sederhana ini bukan sekadar seragam kegiatan, melainkan pernyataan tegas: budaya Melayu adalah jati diri yang harus dijaga, dicintai, dan diwarisi.
Kebijakan ini menjadi bukti nyata partisipasi dunia pendidikan dalam menyemarakkan hari jadi daerah sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal di kalangan generasi muda. Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, SMKN 1 Batam hadir untuk mengingatkan: kemajuan tidak boleh melupakan akar.
Bukan Sekadar Pakaian — Ini Jati Diri Kepri
Penggunaan pakaian Melayu di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya memperindah suasana, tetapi menyentuh makna yang lebih dalam. Melalui kebiasaan mengenakan busana yang menjadi ciri khas masyarakat Kepulauan Riau ini, para siswa diajak untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Melayu yang telah mengakar sejak lama.
“Budaya Melayu bukan sekadar pakaian yang dikenakan di badan, melainkan bagian dari jati diri dan identitas masyarakat Kepulauan Riau. Semoga melalui kegiatan sederhana ini, kecintaan terhadap budaya daerah semakin tumbuh subur di kalangan siswa — bukan hanya saat peringatan hari jadi, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,” demikian semangat yang disampaikan pihak sekolah.
Ketua LPM Kibing M. Situmorang: Ini Langkah Nyata, Generasi Muda Adalah Penjaga Warisan Bangsa
Menyambut langkah yang diambil SMKN 1 Batam, M. Situmorang, Ketua LPM Kibing, menyampaikan apresiasi yang membara dan penuh harapan:
*”Saya sangat mengapresiasi langkah mulia SMKN 1 Batam! Mengenakan pakaian Melayu bukan sekadar seremonial — ini adalah cara kita berteriak kepada dunia: kami bangga berasal dari tanah Kepri! Budaya adalah akar, dan tanpa akar yang kuat, sehebat apa pun pohon tak akan tegak berdiri!
Kepada para siswa: kalian adalah penerus tongkat estafet! Jangan biarkan warisan leluhur ini pudar ditelan zaman! Pelajari, cintai, dan amalkan budaya Melayu dalam keseharian kalian — bukan hanya saat di sekolah, tetapi di mana pun kalian berada! Budaya Melayu mengajarkan kesopanan, persaudaraan, dan kebersamaan — itulah kekayaan tak ternilai yang harus kalian jaga!
Semoga apa yang dilakukan SMKN 1 Batam menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain. Mari kita bersatu — pemerintah, sekolah, masyarakat — untuk terus menanamkan cinta budaya kepada generasi muda. Karena dengan budaya yang hidup, identitas Kepri tak akan pernah hilang, dan masa depan daerah ini akan tetap cerah di tangan anak-anaknya sendiri!”* tegas M. Situmorang dengan semangat yang membara.
“Skill and Quality” — Cakap dalam Ilmu, Berakar pada Budaya
Dengan semangat kelembagaan “Skill and Quality”, SMKN 1 Batam menegaskan bahwa keterampilan dan keunggulan akademik tidak boleh berdiri sendiri. Generasi muda yang cerdas dan terampil juga harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, masyarakat, dan warisan budaya tempat mereka tumbuh.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya andal di bidang keahliannya, tetapi juga mengenal siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan apa yang menjadi kebanggaannya. Kemajuan sejati adalah ketika kita maju tanpa melupakan akar,” ujar pihak sekolah.
Selamat Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau
Di penghujung pesan, SMKN 1 Batam turut menyampaikan ucapan selamat yang bermakna mendalam:
“Selamat Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Dengan budaya, kita mengenal jati diri. Dengan generasi muda, kita menjaga warisan negeri.”
Semoga semangat ini terus menyebar — dari sekolah ke sekolah, dari rumah ke rumah — agar Kepri tidak hanya dikenal sebagai daerah yang maju secara ekonomi, tetapi juga kaya budaya, teguh identitas, dan harmonis dalam keberagaman.
( SjR )






