SOLUSI MASSIF: Wali Kota Amsakar Dorong Penggunaan Insinerator Plasma & Peran Warga Tangani Sampah

Batam370 Dilihat

BATAM, Rabu (16/04/2026) – Pemerintah Kota Batam terus berupaya keras mencari solusi terbaik dan komprehensif dalam menangani permasalahan persampahan. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti berinovasi, mulai dari evaluasi kinerja pelayanan hingga kajian penggunaan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Dalam sebuah forum pembahasan strategis, Amsakar menekankan bahwa kualitas pelayanan harus selalu dijaga pada standar tertinggi. Ia menegaskan, jika terdapat kekurangan atau pelayanan yang dirasa belum maksimal, perbaikan dan penyesuaian harus segera dilakukan sesuai dengan aturan dan kontrak kerja yang telah disepakati bersama.

“Jika pelayanan tidak optimal, perbaikan dapat segera dilakukan sesuai kontrak kerja,” tegas Amsakar dengan tegas.

Kajian Teknologi Canggih: Insinerator Plasma Tanpa Emisi

Tidak hanya soal manajemen, Wali Kota juga meminta tim tenaga ahli di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk melakukan kajian mendalam terkait penerapan teknologi terbarukan.

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan utama adalah insinerator plasma tanpa emisi. Teknologi ini diklaim telah berhasil diimplementasikan di wilayah Yogyakarta dan dinilai sangat potensial untuk diterapkan di Batam.

“Saya minta dikaji penggunaan teknologi insinerator plasma tanpa emisi ini. Selain dinilai ramah lingkungan, teknologi ini juga efisien dari sisi biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang,” jelasnya.

Penggunaan teknologi modern ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas tantangan volume sampah yang terus meningkat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kota Batam.

Belajar dari Sukses Jakarta Barat: Peran RT/RW Sangat Vital

Selain aspek teknologi, Amsakar juga menyinggung pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan. Ia mencontohkan hasil studi banding yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup di Jakarta Barat, di mana keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif unsur masyarakat.

Peran RT dan RW menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran pengangkutan sampah dari rumah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Dengan adanya pengawasan dan partisipasi dari tingkat terkecil masyarakat, sistem pengelolaan sampah akan berjalan jauh lebih efektif dan tertib.

Minta Rekomendasi yang Akurat dan Terukur

Amsakar berharap, seluruh kajian yang dilakukan oleh Brida beserta tim ahli dapat menghasilkan rekomendasi yang matang, komprehensif, dan siap untuk diaplikasikan.

Ia meminta agar data yang disajikan harus tajam dan akurat dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Hal ini penting agar setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan mampu menghadirkan solusi yang nyata serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Saya minta dilakukan penajaman data dengan melibatkan OPD teknis. Dengan begitu, kebijakan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat Batam,” tutupnya.

Dengan perencanaan yang matang, dukungan teknologi tepat guna, dan partisipasi aktif warga, diharapkan permasalahan sampah di Batam dapat tertangani dengan lebih baik dan berkelanjutan.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *