Wali Kota Metro Lantik 35 Pejabat, Bambang Iman Santoso Tegaskan: Jabatan Amanah, Bukan Hak Apalagi Hadiah

Lampung11 Dilihat

 

Metro — Pemerintah Kota Metro kembali mengocok barisan birokrasi. Sebanyak 35 pejabat struktural dan fungsional resmi dilantik, sebuah langkah yang bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sinyal tegas penataan ulang mesin pemerintahan agar lebih responsif, profesional, dan bertanggung jawab kepada publik.

Pelantikan yang dipimpin langsung Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (24/12/2025). Dari jumlah tersebut, 23 pejabat menduduki jabatan struktural dan 12 lainnya jabatan fungsional, menempati posisi strategis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Di hadapan para pejabat yang dilantik, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa jabatan bukanlah hak, apalagi hadiah politik, melainkan amanah besar yang wajib dipertanggungjawabkan secara moral, hukum, dan etika.

“Pelantikan ini bukan seremoni luar biasa, tetapi maknanya sangat besar. Ini adalah mekanisme organisasi untuk meningkatkan kinerja. Jabatan baru harus melahirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan berkeadilan,” tegas Bambang.

 

Ia menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan negara dan rakyat tidak boleh disalahgunakan. Setiap pejabat, kata dia, harus bekerja dalam koridor aturan, menjunjung etika, serta menunjukkan kinerja nyata, bukan sekadar hadir dalam struktur.

“Jabatan ini adalah kepercayaan. Kepercayaan itu harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Bukan untuk disalahgunakan, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya dengan nada tegas.

 

Deretan Pejabat Strategis Dilantik

Adapun pejabat struktural yang dilantik di antaranya Alfajar Nasution sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr. Achmad Redho Akbar sebagai Sekretaris Disporapar, Renan Joko Sajarwo sebagai Kepala BPBD Kota Metro, serta Dr. Hasril Syahdu sebagai Direktur UPTD RSUD Sumbersari Bantul.

Selain itu, Risfania dipercaya menjabat Camat Metro Barat, Ruben Nugroho sebagai Lurah Ganjar Asri, serta sejumlah pejabat kunci lainnya di bidang ketertiban umum, kesejahteraan rakyat, kearsipan, koperasi, komunikasi informasi, hingga pelayanan kesehatan.

Tuntutan Kinerja dan Inovasi

Wali Kota menaruh harapan besar agar para pejabat baru tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi mampu menjadi motor perubahan di unit kerja masing-masing. Ia mendorong lahirnya inovasi, percepatan layanan, dan keberanian mengambil tanggung jawab.

“Saya ingin saudara-saudara menjadi penggerak kemajuan daerah. Bekerja dengan komitmen tinggi sebagai ASN, sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat,” kata Bambang.

 

Sinyal Penegakan Meritokrasi

Pelantikan 35 pejabat ini dinilai sebagai pesan keras bahwa birokrasi Kota Metro harus bergerak cepat, bersih, dan akuntabel. Pengisian jabatan struktural dan fungsional secara simultan menunjukkan upaya memperkuat manajemen sekaligus kualitas teknis pelayanan publik.

Lebih dari itu, momen ini menjadi peringatan terbuka bagi seluruh ASN: kepemimpinan di Kota Metro tidak memberi ruang bagi kinerja setengah hati. Integritas, profesionalisme, dan hasil nyata menjadi tolok ukur utama.

Setiap jabatan adalah amanah. Dan amanah itu, pada akhirnya, akan diuji oleh rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *