Gebyar Senam LLI Metro Jadi Simbol Lansia Sehat dan Produktif, Wali Kota Bambang Tegaskan Pembangunan Harus Diraih dengan Kebersamaan

ADV16 Dilihat

METRO  —  Pemerintah Kota Metro terus memperkuat perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia). Melalui kolaborasi bersama Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kota Metro, kegiatan Gebyar Senam LLI yang rutin digelar setiap dua bulan sekali menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mulyojati, Minggu (20/9/2026), tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan para lansia di Kota Metro.

Ketua LLI Kota Metro, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso beserta jajaran eksekutif dan legislatif yang selama ini memberikan perhatian serta dukungan terhadap berbagai kegiatan LLI.

Menurut Lukman, kesempatan untuk tetap berkumpul, berolahraga, dan menjaga kebersamaan merupakan anugerah yang patut disyukuri. Ia menegaskan, para lansia tidak ingin hanya menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang diperhatikan, tetapi juga ingin terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan Kota Metro.

Lukman berharap Kota Metro terus berkembang sebagai kota pendidikan yang unggul, maju, dan sejahtera. Ia juga mengajak seluruh anggota LLI untuk memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Baginya, kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat merupakan cita-cita bersama yang harus terus diperjuangkan. Pendidikan dan penguatan nilai-nilai agama juga menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus LLI se-Kota Metro serta seluruh peserta yang secara konsisten menjaga keberlangsungan kegiatan Gebyar Senam LLI.

Bambang menegaskan bahwa kegiatan olahraga bersama tersebut memiliki arti penting dalam menjaga kesehatan, kebugaran, dan semangat hidup para lansia. Terlebih, perubahan cuaca dari musim kemarau menuju musim penghujan menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan.

Ia meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Kesehatan dan RSUD Jenderal Ahmad Yani, agar meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat sesuai kondisi cuaca. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok lansia yang lebih membutuhkan pendampingan dalam menjaga kebugaran tubuh.

Menurutnya, perubahan musim membawa risiko kesehatan yang berbeda. Jika pada musim kemarau masyarakat harus mewaspadai debu dan paparan polusi, memasuki musim penghujan juga diperlukan langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul.

Di hadapan para lansia, Bambang juga menyampaikan perkembangan pembangunan Kota Metro. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tetap berjalan melalui dukungan berbagai sumber pendanaan, baik APBN, APBD Provinsi Lampung maupun APBD Kota Metro, meskipun kondisi fiskal nasional menghadapi berbagai dinamika.

Sejumlah pembangunan infrastruktur terus dilaksanakan, di antaranya penanganan Jalan Pattimura dengan konstruksi rigid, pembangunan Jalan Soekarno-Hatta, serta penanganan Jalan Budi Utomo yang mencakup pembangunan jembatan dan pekerjaan pendukung lainnya.

Bambang mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung terus dilakukan agar pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Metro.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pembangunan sarana pendidikan. Namun, Bambang memberikan penekanan khusus kepada para kepala sekolah yang menerima bantuan pembangunan agar menjalankan amanah pengelolaan anggaran secara tertib, transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, kepala sekolah tidak boleh mengabaikan aspek administrasi, pelaksanaan pekerjaan, maupun ketentuan hukum dalam penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Kota, APBD Provinsi, ataupun APBN.

Bambang meminta para kepala sekolah agar tidak segan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan pihak yang memahami aturan apabila menghadapi persoalan teknis maupun administrasi. Dengan demikian, pembangunan sarana pendidikan dapat berjalan baik tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga memberikan penghargaan kepada Ketua LLI Kota Metro, Lukman Hakim, yang dinilainya terus membangun komunikasi dan menjaga peran organisasi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, LLI bukan sekadar wadah berkumpul dan berolahraga bagi para lanjut usia. Lebih dari itu, organisasi tersebut memiliki peran sosial dalam menjaga persatuan, menyampaikan aspirasi, serta memberikan masukan bagi kemajuan daerah.

Bambang menegaskan, pembangunan Kota Metro bukan pekerjaan seorang wali kota semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengibaratkan keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh sosok tunggal, melainkan oleh kekuatan kerja sama dan soliditas seluruh pihak.

“Tidak ada manusia Superman, itu dalam dongeng. Tapi yang ada adalah kerja tim yang baik sehingga menghasilkan hasil kerja yang nyata dan baik pula,” tegas Bambang.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kemajuan Kota Metro harus dibangun melalui kebersamaan, komunikasi, dan tanggung jawab bersama. Termasuk para lansia yang tetap memiliki ruang, semangat, serta peran penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Melalui Gebyar Senam LLI, Pemerintah Kota Metro bersama para lansia menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga tentang membangun manusia yang sehat, bahagia, dihargai, dan tetap memiliki kesempatan untuk memberikan arti bagi masyarakat.

Sebab, usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk sehat, berkarya, dan membangun Kota Metro tidak boleh pernah pudar. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *