Batam – Tidak ada ruang untuk kinerja di bawah standar. Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Polisi Angkasa Wibawa, S.H., S.I.K., M.T., memimpin langsung kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) bulanan. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan menjadi arena pemetaan masalah sekaligus peringatan keras bagi seluruh jajaran agar tidak terlena.
Di Ruang Media Informasi Lantai 3 Mapolresta Barelang, Senin (06/04/2025), Kapolresta memimpin jalannya rapat yang dihadiri oleh Wakil Kapolresta Barelang, Ajun Komisaris Besar Polisi Faisal Akbar, S.I.K., M.H., M.Si. Bersama para Pejabat Utama dan Kapolsek di bawah jajarannya, pesan yang disampaikan sangat tegas dan mutlak: “Wajib Lebih Baik!”
Bedah Kinerja Sampai ke Akar
Dalam forum yang berlangsung dengan suasana yang ketat namun konstruktif ini, berbagai persoangan di lapangan diungkap secara transparan. Tidak ada data yang ditutup-tutupi. Semua temuan, mulai dari celah pengamanan hingga keluhan layanan masyarakat, dibedah tuntas. Fokusnya bukan hanya melihat apa yang sudah berjalan, tetapi mencari solusi nyata atas masalah yang belum terselesaikan.
Dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah juga menjadi perhatian utama. Hal ini dilakukan agar pihak kepolisian tidak menjadi kaku, tetapi tetap peka dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Polisi tidak hanya berposisi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun stabilitas kota.
Perintah Tegas: Siap Kerja, Siap Melayani
Nada bicara Kapolresta tegas dan tidak terbantahkan saat menyampaikan arahannya kepada seluruh jajaran.
“Standar kita harus tinggi. Tidak boleh ada anggota yang bekerja asal-asalan. Profesionalitas bukan sekadar kata, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan. Begitu ada laporan, harus secepat kilat ditangani. Begitu ada kebutuhan pelayanan, harus semudah membalik telapak tangan. Jangan pernah mempersulit warga, tapi permudahlah urusan mereka,” tegas Kapolresta.
Lebih jauh, beliau juga mengingatkan soal integritas yang harus dijaga setinggi langit.
“Ingatlah, satu oknum yang bermasalah, maka citra institusi secara keseluruhan bisa tercoreng seketika. Jaga sikap, jaga disiplin. Kita tidak boleh toleransi terhadap penyimpangan, apalagi praktik pungli. Itu adalah musuh kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakapolresta menegaskan bahwa instruksi pimpinan harus menjadi pedoman mutlak.
“Segala kebijakan dan keputusan yang diambil di ruang ini harus segera diterapkan di lapangan. Jangan sampai aturan hanya menjadi hiasan di atas kertas. Kerja sama dan kekompakan antar elemen harus terus diperkuat. Semua ini kita lakukan demi kenyamanan masyarakat dan keamanan Kota Batam,” ujarnya.
Dengan hasil evaluasi yang digelar secara ketat ini, diharapkan tidak ada lagi celah yang luput dari perhatian. Kinerja kepolisian semakin terarah, pelayanan semakin ditingkatkan, sehingga masyarakat Kota Batam benar-benar dapat merasakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman.
(SjR)













