Lazismu Kepri gelar pelatihan amil se-Sumatera, perkuat profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan zakat

Membangun standar pelayanan seragam, tata kelola transparan, serta sinergi lintas wilayah demi kepercayaan umat

Batam31 Dilihat

Batam, Minggu 2 Agustus 2026 — Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Riau menyelenggarakan Pelatihan Amil Lazismu Regional Sumatera pada 1–2 Agustus 2026 di Pusat Informasi Haji Batam. Kegiatan bertema “Zakat Hebat, Muzakki Kuat, Mustahik Berdaya” ini menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas, integritas, dan standar pengelolaan zakat di seluruh wilayah Sumatera.

Ketua Panitia Pelaksana, Salafudin Zaenul Ardy, S.Kom, menyatakan pelatihan ini disusun untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Fokus utamanya adalah mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap dinamika pengelolaan dana umat di era digital.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya menyamakan standar kerja dan memperkuat sinergi antar-Lazismu se-Sumatera. Sasaran akhirnya jelas: pelayanan yang berkualitas bagi muzakki dan pendayagunaan yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik,” tegas Salafudin.

Ketua BP Lazismu PWM Kepulauan Riau, Juanda, S.Mn., MM, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset utama yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, setiap amil dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai, menjaga amanah, serta terus berinovasi baik dalam aspek penghimpunan maupun penyaluran dana.

“Kami tidak hanya mengelola dana, tetapi juga menjaga kepercayaan ribuan umat. Seluruh amil wajib menjaga standar pelayanan dan tata kelola yang baik agar manfaat zakat benar-benar dirasakan secara luas dan tepat sasaran,” ujar Juanda.

Sementara itu, Ketua PWM Kepulauan Riau, Dr. Suyono, S.Ag., M.Ag., yang secara resmi membuka kegiatan, menekankan kedudukan zakat sebagai instrumen strategis untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Ia mengingatkan bahwa tugas amil zakat bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Lazismu harus hadir sebagai lembaga filantropi yang terpercaya, profesional, dan memberikan solusi nyata atas permasalahan sosial. Amil zakat adalah perpanjangan tangan umat untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan melalui dana yang amanah,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua PWM Kepri Bidang Lazismu Mohd Iqbal, ST., M.Kom., Sekretaris PW Aisyiyah Kepri Marfuah, Ketua PDM Tanjungpinang Drs. Nazarudin, Ketua PDM Batam Zarmi Mazridanto, S.Kom., perwakilan Pimpinan Cabang Bank Muamalat Indonesia Batam, serta kepala sekolah dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah Batam.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai daerah: 2 peserta Lazismu Sumatera Barat, 2 peserta Lazismu Jambi, 5 peserta Lazismu Riau, 9 peserta dari Lazismu Kepri beserta kantor layanan, 9 peserta Lazismu PDM Batam, 2 peserta Lazismu PDM Tanjungpinang, serta 1 peserta Kantor Layanan Lazismu Karimun.

Selama dua hari, peserta dibekali materi mendalam dari narasumber berkompeten dari Lazismu PWM Jawa Tengah, Lazismu PWM Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Baznas Kepulauan Riau. Materi yang disampaikan meliputi tata kelola organisasi, fiqih zakat, strategi penghimpunan dana, transformasi digital layanan, pelaporan keuangan standar, hingga model pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Lazismu Kepri menargetkan lahirnya pengelola zakat yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memegang teguh prinsip amanah, profesional, dan berorientasi pada manfaat maksimal bagi umat. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi fondasi penguatan gerakan filantropi Islam Muhammadiyah di wilayah Sumatera yang lebih terpercaya dan berkemajuan.

( SajaR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed